Syarat Makna

Jpeg

Lukisan Bulatan sederhana syarat makna

Makna dari penghargaan, sebuah motivasi untuk meningkatkan keberanian hidup. Seperti yang beliau contohkan pagi ini, tingkahnya yang santai seolah tanpa beban apapun. Baginya dunia adalah sebuah seni yang hidup, alam adalah bentuk lukisan tuhan yang indah.

Suasana penuh semangat terasa kental di sebuah ruangan yang cukup lebar, dengan awan biru dan tulisan tulisan asmaNya yang indah disekelilingnya. Di dalam sebuah masjid “Al Mbejaji” kami duduk rapi dengan tangan memegang pensil yang telah diraut rapi dengan selembar kertas bersih terbentang dihadapan. Tampak wajah wajah antusias di mata kami menunggu sang guru menurunkan Ilmunya kepada kami. Rasanya tak sabar aku ingin menjadi sepertinya, mewarisi ilmunya, mewarisi tangannya yang mampu membius hati, memanjakan mata kami dengan goresan indahnya di dinding itu.

Perlahan sang Guru mulai melantunkan suara merdunya. “Ya Salaam,, ya.. saalam..” sungguh suara yang merdu hingga membuat hati hati kami menjadi tenang. Perlahan dengan rasa kurang percaya diri kami menirukan nada merdu beliau ‘Ya salaam,, ya .. saalaam” sembari dalam hati membatinkan suara masing masing yang robek robek, seperti kapal pecah tetapi suara itu terdengar merdu dengan harmoni suara suara lain yang berkolaborasi dalam sebuah nada menjadikannya indah. Keberanian pun mulai terukir dari dalam jiwa, mengesampingkan suara sumbang yang keluar dari mulut itu. Menjadikan tenang hati hati yang resah, menyejukkan jiwa.

Hingga akhirnya, beliau membuka kan pintu ilmunya setelah memohon doa dari sang Pemilik segala ilmu, Tuhan yang maha segalanya. Suaranya tenang perlahan seolah membisikkan hati dengan gambaran ketulusan hatinya, memasukkan virus virus rendah hati kedalam jiwa jiwa kami yang sombong. Hati hati kami terbius dengan beliau, memperhatikan dengan seksama setiap apa yang keluar dari mulut beliau. Mulai, hati kami gembira sekali ketika sang guru mulai mengeluarkan ilmunya. ” Hari ini kita akan belajar menggambar bentuk, Mulailah menggambar lingkaran, lalu kalian arsir mulai dari bagian luar lingkaran hingga ke dalam lingkaran, Buatlah arsiran yang semakin ke tengah semakin ringan”.

Tangan kami bergerak sendiri, menggerakkan tangan melingkar membentuk bulatan yang tak rata.  Mulai mengarsir dengan sabar membentuk sebuah bulatan yang hidup. Memang setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda, dari sinilah mulai terlihat kemampuan masing masing. Ada yang menggambar bulatan sempurna, ada yang lonjong, ada yang bulat hampir seperti kotak. Lalu mulai menggores sedikit demi sedikit hingga terbentuk sebuah gambar yang hampir nyata. Lalu perlahan sang guru mulai melihat lihat mengelilingi disekitar kami, “Ya bagus, buat seperti itu, gunakan perasaanmu, tuangkan di dalam lukisan kalian”. Kalimat yang membuat semangat kami semakin membara, membuat kami semakin menggambar laksana pelukis profesional. Tangan kami mengores perlahan, sedikit demi sedikit hingga terbentuk lukisan yang nyata.

Perlahan sang guru mulai memeriksa hasil karya kami, “Bagus, bagus semua, kalian sudah seperti pelukis profesional, baru sekali belajar saja sudah bisa”. Kata kata itu membuat kami semakin terbang tinggi, membayangkan seolah kita adalah seorang yang pandai melukis. Sungguh kata kata itu membuat kita terbang dan membuar jiwa ini terasa begitu berharga. “Ini adalah sebuah bulatan yang sederhana, namun dengan coretan ini kita bisa memaknai banyak hal darinya, kejujuran, tawadhuk, dan tekad yang kuat tergambar pada lukisan bulat ini, jika kalian bisa merasakannya. Tetapi kalian belum sampai , untuk bisa merasakannya. Orang yang tahu seni saja yang bisa merasakan perasaan yang ada pada gambar ini. Dan rasa itu tidak bisa di gambarkan.”

Beliau mulai bercerita, ” Ada suatu perlombaan melukis tingkat nasional yang diikuti oleh pelukis pelukis seluruh dunia, lalu tema dari perlombaan itu adalah bulatan, maka para pelukis mulai melukis dan waktunya adalah 3 jam. Ada salah seorang peserta yang bingung, lalu ia membaca alquran hingga sampai 2 jam, namun sang peserta ini belum juga menggambar apapun. Pelukis pelukis lainnya sudah mulai selesai dalam melukis, ada yang sudah selesai, ada yang sudah hampir selesai, lukisan mereka cukup indah. Lalu hingga menit terakhir sang peserta itu kemudian mulai menggambar lingkaran, lingkaran yang bulat dan bentuk bulatannya sempurna tanpa warna. Hingga akhirnya sampai kepada dewan juri, lalu ditanyailah lukisan itu. Lukisan apa ini? , ini adalah kebulatan tekadku. Dan akhirnya sang peserta itu mendapatkan juara karena lukisan itu. Sebuah lukisan sederhana namun bermakna. ” sang guru menambahkan ” Yang terpenting dalam sebuah lukisan adalah konsepnya, dan penerapan dalam kehidupan kita sendiri. Ketika kita melukiskan kaligrafi tentang ayat ayat solat maka kita harus terlebih dahulu mengamalkan solat dengan baik, maka lukisan yang dilukis akan menjadi hidup seperti mengungkapkan perasaan, Lukisan itu mencerminkan dari ungkapan hati sang pelukis. Bermakna atau tidak, tergantung dari hati sang pelukis”

Kami begitu terkesima dengan penjelasan beliau, semakin antusias dalam melukis dan berusaha menuangkan perasaan kedalam kanvas. “Lukisan itu mengekspresikan manusia, dulu ketika perang dunia kedua banyak pelukis yang melukis perang, banyak nyawa yang gugur, tubuh tubuh bergelimpangan, tercabik cabik, dan bahkan terbakar seperti abu, mereka yang melukis tak mampu lagi melukiskannya hingga mereka tak mampu menahan tangis, maka mereka berkumpul menyuarakan suara hati mereka bahwa perang itu tak ada yang baik, banyak nyawa berguguran, tak ada ketentraman dan kedamaian. Lalu mereka melukis kritik kritik sosial, menyuarakan suara mereka, menentang perang dengan lukisan mereka. Itulah juga fungsi dari lukisan, sebagai media untuk menggerakkan jiwa sosial “

Kami terharu dengan cerita beliau, dalam hati kami sangaat bersyukur mendapatkan ilmu dari beliau, meskipun sederhana saja namun syarat makna dan penuh penghargaan. Beliau adalah seni, seni yang indah dari yang Maha Kuasa, menularkan kata kata yang membangkitkan, meletakkan jiwa jiwa rendah kami di tempat yang lebih tinggi. Sungguh betapa indahnya beliau. Sang guru yang hebat.

One response to “Syarat Makna

  1. benar, perang dunia memang telah meluluh lantahkan jiwa dan korban yang gugur di medan perang, mendengar kisah dari gurunya jadi pengen juga mengenal melukis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s