Jatuh cinta itu…

Cinta.., banyak orang menyebut kata ini dengan bermacam cara. Banyak yang menyanyikannya dalam senandung sendu yang penuh warna, banyak ungkapan terukir dari kata ini. Berbagai macam rasa pun ada karenanya, berbagai ekspresi terburai karenanya, ada senang, sedih, bahagia ataupun penuh dengan kerinduan.

Cinta bisa datang dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Cinta itu terkadang indah tetapi juga terkadang menyakitkan tergantung kepada yang merasakannya. Ketika hati tengah berbunga bunga seolah senandung lagu disekitarku menyanyikan isi hatiku dalam rupa warna, seolah menyindir hati yang tengah tersenyum karenanya. Suara angin, dan dunia tempat kita melangkah seolah tersenyum bernyanyi untuk ku.

beautyCinta itu indah pada awalnya namun semakin lama semakin diriku terjatuh kedalam lubang cinta yang semakin dalam maka akan menjadi sakit yang meninggalkan luka. Ketika cinta itu datang, merasuk kedalam hati dan merubahnya menjadi merah jambu seolah dunia mendukungnya, memprovokasi agar menjadi semakin cinta. Ketika si dia yang ayu parasnya yang cantik perangainya yang telah menumbuhkan virus virus dalam hati karena awal pandangan yang tak terkendali itu terlihat tersenyum kepadaku (padahal tidak;hanya perasaanku saja), menjadi panah asmara yang menyuntikkan pupuk dan semakin menyuburkan tanaman cinta didalam hati yang kosong. Dunia seolah semakin mendukung permainan ini, peristiwa peristiwa tak terduga mempertemukan ku dengannya, entah sebuah kegiatan, atau kejadian kejadian yang lain yang semakin memabukkanku dalam buaian cinta. Semakin lama semakin indah kemudiian menjadi candu, seolah dirinya bagaikan selinting ganja yang telah membuatku merasa terbang dan mencandu akannya. Kadang aku bertanya dalam hati “apakah ini ujian sebuah hati, ataukah ini memang sebuah takdir pertemuan dengan tulang rusuk yang hilang?”

Semakin lama semakin merasuk mendarah daging, rasa penasaranku tentangnya membuatku semakin mencari tahu tentangnya. Semua tentangnya terlihat indah, tergambarkan didalam otakku sebagai bidadari syurga yang melambai lambai menanti hadirku. Namun, rasa itu hanya aku yang rasakan, aku seolah mengagumi permata yang indah, dan permata itu tak pernah bisa memberikan balasan cinta yang ku beri. Aku bukanlah seorang pangeran yang pandai bersilat lidah dihadapannya, atau pandai bersandiwara membujuk rayu dalam rangkaian kata indah atau uluran  tangan dengan bingkisan bunga digenggaman. Aku hanya bisa terdiam tak berkata, berbisik dalam hati “ayolah, tenanglah..”, pori kulitku gerah untuk mengucurkannya, lidah menjadi kelu dan otakku seolah berhenti bekerja. Waktu seolah terhenti sejenak menjadi lebih lama, Aku hilang ingatan.

Ah.., akhirnya aku hanya bisa terduduk dibangku sembari memalingkan mata namun hati ku seolah tak pernah bisa berpaling darinya. Sampai kapan situasi seperti ini berakhir, akan kah dia mengerti apa yang sedang ku rasa, apakah dia mengerti sebesar apakah rasa ini.., Sampai kapan akhir ini usai, ketika ia tahu apa yang tengah kurasa, dan ia merasa rasa ini terlalu berlebihan. Sampai kapan ia mengabaikanku karena ku abai padanya., hingga akhirnya, akhir dari cerita ini adalah ia menjauhi rasaku, berusaha menghapusku dari daftar orang yang di kenalnya, sungguh menyakitkan..

Dan.. aku melewatkannya lagi.., aku telah terjatuh ketika tengah berlari mengejarnya, dan meninggalkan lukan yang membekas, kemudian yang tertinggal adalah tangisan hati yang sendu. Lalu aku tersadar, duduk dan mencari obat untuk luka ini, lalu bangkit kembali.., berlari mengejarnya yang indah.. bahkan lebih indah dari yang telah menjatuhkanku kali ini.., Biarlah berkali kali aku yang terjatuh, aku tak rela jika kalian yang terjatuh, perempuan perempuan yang indah, semoga tak terjatuh dan tersakiti olehku. Aku yakin, diperhentian terakhir, akan ada yang indah yang merangkulku dengan penuh senyum, hingga finish terakhir.. Kematian..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s