Menerapkan kejujuran, Integritas dan Perbaikan Berkesinambungan Dalam Diri Kita

keep-calm-and-be-a-better-person-9 J ujur, Integritas dan perbaikan berkesinambungan, sebuah moto dari salah satu perusahaan yang pernah aku kunjungi. Dulu ketika magang saya menemukan tulisan itu terpajang pada sebuah tembok,  Sebut saja ANJ Agri sebuah perusahaan yang salah satu anak usahanya berada di Ketapang Kalimantan Barat. Saya tak ingin menceritakan tentang perusahaan itu, tetapi saya hanya ingin menceritakan tentang moto dari perusahaan tersebut, yang menurutku sangat baik diterapkan dalam diri kita.

Jujur,

Kejujuran merupakan cahaya bagi seseorang, dengan berlaku jujur maka kita menjadi orang yang dapat dipercaya. Layaknya Nabi Muhammad SAW yang juga seorang yang memiliki sifat jujur sehingga beliau mendapat julukan “al Amin” yang artinya dapat dipercaya. Beliau jujur dalam setiap aktivitasnya ketika berdagang, berkata dan semuanya sehingga tiada orang yang meragukannya. Jujur ini merupakan kebiasaan yang harus kita biasakan, orang yang biasa berkata jujur akan sangat sulit baginya untuk berbohong, sedangkan orang yang terbiasa berbohong akan menghiasi kata-katanya dengan kebohongan. Meski sekarang ini menjadi seorang yang jujur adalah sebuah pencapaian yang sulit, contohnya ketika ujian, ketika kita ingin jujur dengan mengerjakan soal ujian dengan kemampuan kita sendiri tanpa meminta bantuan dan memberi bantuan kepada orang lain tetapi ketika yang lain meminta kita untuk memberikannya contekan dan kita menolak, kita menjadi seorang yang di cap sebagai orang yang egois dan bahkan dijauhi dan diejek. Ya, untuk menjadi jujur adalah sebuah tantangan dan itu tentang prinsip yang harus dipegang pada diri, meskipun resikonya besar tetapi kita harus tetap jujur apapun yang terjadi, karena setiap kali kita berbohong maka akan diikuti dengan kebohongan yang lainnya.

Integritas

Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hipocrisy (hipokrit atau munafik).  Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia). Mudahnya, ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang mempunyai integritas akan mendapatkan kepercayaan (trust) dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas  dipercayai karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi  tindakannya.

Dengan memiliki karakter ini dalam diri maka kita akan menjadi seorang yang dipercaya karena menjunjung tinggi nilai nilai kebenaran, bertindak bukan karena pamrih tetapi tulus dan ikhlas demi menjunjung tinggi kebenaran. Dengan karakter ini kita akan bertindak adil kepada siapa saja, karena menjunjung kebenaran bukan memandang suatu masalah berdasarkan nafsu atau kekuasaan belaka.

Perbaikan berkesinambungan

Dengan berprinsip ini maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, ada peningkatan setiap harinya. Mulai dari peningkatan ibadah, peningkatan diri, memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan hari ini dan evaluasi setiap hari. Perbaikan dengan terus menerus akan membuat kita menjadi meningkat dari segala hal, yang kurang baik diperbaiki, kebiasaan yang buruk dikurangi sedikit demi sedikit hingga menjadi hilang, diganti dengan kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang baik ditingkatkan setiap harinya, target target setiap hari meningkat dan itu yang diharapkan. Dengan perbaikan secara berkesinambungan maka kita akan semakin baik setiap harinya. ” Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin sesungguhnya dia beruntung, barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia celaka”

Semoga kita bisa menerapkan nilai nilai tersebut, kejujuran, integritas dan perbaikan diri yang berkesinambungan  dalam kehidupan keseharian kita agar menjadi pribadi yang lebih baik dan berkarakter.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s