Stand up “comedy” Menurutku, “no benefit”

Standup18June2012Bicara tentang “Stand up comedy” pasti semua orang sudah mengetahuinya. Ya stand up artinya berdiri, comedi artinya komedi atau lelucon atau ketawaaan. Acara ini sangat disukai oleh anak muda jaman sekarang, alasannya lucu, orangnya lucu, omongan nya lucu, ada juga yang cuma ikut ikutan ketawa, hehehe..
Saya sebagai pemuda juga rada suka alias sedikit suka (sukanya sedikit saja, bukan sedikit sedikit suka) enggak tahu kenapa. Mungkin karena ikut ikutan arus saja ya?. Padahal kalau di cermati acara ini mirip dengan pidato atau ceramah dari para ustadz dan kiai, hanya bedanya kalau di ceramah agak serius kalau di stand up banyak ketawanya. Akan tetapi, tanpa disadari kita telah mendengarkan Stand up yang isinya cuma kata-kata dan cerita bohong saja, iya kan? Sepertinya kita senang di bohongi, selain itu kita mendengarkan celaan dan juga gunjingan kepada orang lain. Hmm, kenapa kita lebih suka ya? ( nah itu pertanyaannya) menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak memberi manfaat, atau cuma ikut ikutan suka atau memang ga ada acara lain yang lebih asyik selain ini (iya sih, rata -rata tayang di Tv sekarang kan tidak berkualitas & mendidik), ya begitulah, yang asyik asyik memang lebih enak dilihat dan di dengar, kalau ceramah kan bosen (godaannya besar).

Kalau ditinjau dari segi agama, dan dikalkulasikan dalam bentuk nilai, maka stand up komedi nilainya “minus” alias (-). Kita juga tidak bisa mempraktekkan apa yang mereka omongkan kan? disisi lain yang mereka omongkan juga kadang-kadang seringnya mencela orang lain (sebagai orang yang sering di cela, aku tak terima.. astagfirullah). Juga terkadang sering mengomongkan orang lain kalau dalam bahasa keren yang pernah saya pelajari yaitu “ghibah” dan celakanya kita secara tak sadar maupun sadar mentertawakan hal-hat itu. Tapi anehnya mengapa kita malah lebih suka yang begituan ya.. mendengarkan ceramah dari Kyai, Ustadz dan orang orang alim serta Dosen (bagi yang kuliah ) malah terasa bosan (godaan syeitannya besar). Sebenarnya kan kata-kata dari mereka yang memberi manfaat lebih banyak di dunia maupun di akhirat (wah kok jadi ceramah gini ya..?). Ya intinya begitulah.

Akhirnya, sebagai umat manusia yang sama-sama mempunyai salah dan khilaf, yang mencintai saudaranya baiknya saya menghimbau untuk diri saya sendiri dan pembaca sekalian yang baik hati dan budiman agar senantiasa berusaha untuk mengurangi mendengarkan tayangan tersebut yang sedikit saja memberi manfaat namun banyak memberi dosa. Dan perbanyaklah mendengarkan nasihat dan ceramah-ceramah dari Kyai dan ustadz serta orang-orang alim meskipun itu membosankan. Tapi ketahuilah yang membosankan itu nilainya lebih baik dari pada yang mengasyikkan.

kurang lebihnya mohon maaf, wabillahi taufik walhidayah, wassalamualaikum wr wb ..

(beneran jadi ustadz deh aku ini.. amiin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s