Kembali Ke Masa Lalu

Sekarang, pemerintah mengatakan telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang dulunya miskin sekarang menjadi bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, yang kaya pun semakin kaya dan tak sedikit yang miskin tetap menjadi miskin bahkan bertambah miskin. Tolok ukur keberhasilan yang hanya berupa data data yang bisa jadi belum benar.
Kalau menyimak sejarah, dahulu ketika zaman kerajaan masih berjaya ada tingkatan tingkatan masyarakat yang memiliki hak  dan kewajiban yang tidak sama. Ada rakyat jelata yang harus patuh kepada bangsawan dan ksatria, ada juga bangsawan yang merupakan keturuban raja atau orang orang terpandang, mereka memiliki hak yang lebih dibanding rakyat biasa. Mereka bisa mengambil upeti, memiliki budak dan bahkan bisa duduk di pemerintahan meskipun tidak mumpuni, yang penting punya status bangsawan. Mereka boleh belajar dan sekolah sedangkan rakyat biasa tidak boleh dan tetap menjadi bodoh.
Indonesia yang sekarang bisa di umpamakan seperti itu. Orang yang kaya bisa sekolah  tinggi, mendapat layanan kesehatan yang bagus, terkadang juga mendapat keringanan jukum yang spesial. Kalau orang miskin jelas sulit mendapatkan yang seperti itu, kadang malah tidak mendapat keadilan, yang malibg ayam dipukuli & dihukum berat sedanglan yang korupsi uang rakyat dihukum hanya beberapa tahun saja. Seandainya ibgin adil, coba saja hukumannya sesuai dengan nilai yg dicurinya, misalnya mencuri ayam yg harganya 100 ribu dihukum 3 bulan berarti yang koripsi 1 milyar dihukum kelipatannya jadi 30000bulan, kan adil jadinya. Sehingga kalau mau korupsi pikir pikir dulu dengan hukumannya, kalau dihukum cuma 3 /4 tahun maka dia korupsi 20 milyar yang disita KPK 10 milyar kan masih banyak sisanya & dalam penjara kan bisa di modif supaya lebih nyaman.
Mendengar dari tetangga dan teman, kalau ingin mendaftar ke instansi pemerintah (pengayom masyarakat / pns ) ternyata tifak sulit bagi uang berduit & punya koneksi. Punya keluarga kepala dinas akan lebih cepat diangkat jadi pns daripada yang ga punya, walaupun yang ga punya itu lebih baik daripadanya, katanya. Kalau mau cepat cukup sediakan minimal .0 juta, itu akan cepat diusahakan & mau milih ditempatkan dimana itu terserah anda, katanya. Praktik KKN seolah sulit untuk di hilangkan, malah semakin menjadi. Bagaimana mau adil…. ?? Mungkin seperti ini juga yang anfa rasakan..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s