Kalimantan Surga Durian

Pulau Kalimantan merupakan surganya buah-buahan, banyak macam buah dapat tumbuh dan mudah ditemukan. Di Kalbar sendiri banyak jenis buah yang dapat saya temukan, baik yang sudah familiar maupun baru saya temukan di tempat ini. Ehm, Kenal dengan buah durian ? Di sini khusunya daerah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat dapat kita temukan banyak macam Durian.

DSCF6110

Masyarakat lokal memisahkan daging dan biji durian

Durian

Pohon durian yang berbuah

Durian sendiri memiliki nama ilmiah  Durio zibethinus dan bisa disebut “raja dari segala buah” (King of fruit). Tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio.[1] Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis) (Wikipedia).

DSCF6109

Durian yang telah dipisahkan dari kulitnya

Tanaman Durian biasanya tumbuh menjulang tinggi dan merupakan tanaman tahunan, hanya berbuah pada musim musim tertentu. Di Ketapang, rata-rata tanamana durian yang tumbuh merupakan tanaman warisan dari nenek moyang. Rata-rata tanaman durian milik masyarakat berada di hutan / bukit bukit, dan telah ada bertahun-tahun lalu. Biasanya sewaktu musim panen, masyarakat memanen dengan cara Nyandau yaitu dengan menunggui durian jatuh darii pohonnya, tentunya disekitar pokoknya di bersihkan terlebih dahulu. Mereka membuat gubuk dan menginap dibawah kebun durian mereka dihutan. Sewaktu panen raya, masyarakat kesulitan untuk membawa hasil durian keluar dari kebunnya, hal itu dikarenakan jarak dengan desa atau pasar yang lumayan jauh, serta akses ke kebun durian hanya berupa jalan setapak yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki saja. Oleh karena itu, kadang kadang buah durian banyak yang tidak termanfaatkan dengan baik. Untuk mengakalinya, Masyarakat Ketapang biasanya membuang durinya dahulu sehingga memudahkan dalam mengangkutnya. Selain itu, biasanya buah durian dibuka langsung dan hanya diambil dagingnya untuk diolah menjadi tempoyak, lempok atau gula durian.

DSCF6107

Durian yang dipanen

Lumrahnya durian memiliki bau yang menyengat, namun ada sejenis durian yang tidak memiliki bau yang menyengat. Orang lokal menyebutnya Durian Teratungan, durian ini memiliki bentuk yang agak bulat, ukurannya lebih kecil dari pada durian. Bila sudah masak, durian ini akan jatuh dengan sendirinya dari pohonnya, warnanya hijau cerah, dan memiliki duri yang tajam.

DSCF6049

Durian Teratungan

Isi dalamnya biasanya terdiri dari 4-5 ruang, tergantung ukurannya, jika ukuran kecil hanya berisi satu biji saja. Daging teratung berwarna putih kekuningan, aromanya seperti durian tetapi tidak terlalu menyengat, rasanya manis dan legit. Dibandingkan durian, masyarakat lebih menyukai teratung karena rasanya lebih nikmat.

DSCF6119

Teratungan

Selain itu,  ada juga durian berkulit merah, Masyarakat lokal biasa menyebutnya dengan nama “Kusik” . Buah kusik memiliki ukuran yang besar, bentuknya bulat. Baunya tidak terlalu menyengat, namun jika dibuka aromanya wangi. Didalamnya terdapat lima ruang

DSCF6085

Durian Merah / Kusik

yang isinya tidak terlalu tebal dan biijinya besar, buah ini tidak terlalu disukai karena dagingnya tipis dan aromanya yang terlalu menyengat serta rasanya tidak senikmat durian.

DSCF6088

Buah Kusik

Ehm.. mungkin sementara ini, baru beberapa jenis durian itu yang saya temukan, mungkin di hutan sana masih banyak lagi yang belum saya temukan.. Hanya sekedar sharing saja, semoga buah buah durian itu dapat kita nikmati dan di budidayakan dengan baik, sehingga masih dapat dinikmati anak cucu kita. Mungkin ada yang tertarik melalukan penelitian.. silahkan..

Iklan

One response to “Kalimantan Surga Durian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s