LULUS Bukan Jaminan Sukses

Pengumuman Ujian Nasional tingkat SMA sudah terlaksana, pastinya kawan kawan semua sudah tahu berapa yang lulus dan berapa yang belum lulus. Sebagian  kalangan tidak puas dengan hasil Ujian, mengapa? karena banyak yang belum lulus serta tingkat kelulusan Nasional Menurun. Tahun lalu sekita 98% yang lulus, Nah sekarang turun menjadi 88% terus apa masalahnya?

Menurut saya, Lulus dan belum lulus itu biasa, Seperti halnya bertanding ada menang ada kalah. Nah kalau menang ya pastinya senang, kalau kalah ya terima dong dengan lapang dada. Hmm, aneh kalau yang belum lulus terus merusak sekolahnya sendiri, Apa Kata Dunia? Sekolah sendiri kok malah di rusak. Seharusnya introspeksi diri dong, kalau belum lulus artinya usaha kita belum maksimal, kalau kita sudah merasa usaha kita sudah maksimal tetapi masih belum lulus juga, itu artinya kita kurang beruntung, mungkin juga kita banyak salahnya dengan Pencipta kita, kurang berdoa mungkin, jarang ibadah atau memang Tuhan belum menghendaki. Terkadang Apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan Apa yang terjadi So be cool, santai saja dunia masih luas, hadapi semua ini dengan ketabahan dan jangan pernah menyerah,  kalau kita memang Gagal UN tahun ini ya di coba tahun depan, kalau masih gagal artinya bukan jalan kita untuk Lulus.

Corat Coret Seragam

Lulus, bukan jaminan untuk sukses. Benar ngga? kita terkadang merasa LULUS akan menjamin kita untuk mudah untuk kedepannya, sukses. Memang Lulus itu sukses, tetapi Sukses untuk sementara, iya bukan? kehidupan masih panjang, tantangan masih banyak. Untuk masuk Universitas misalnya, kita masih harus bersaing dengan ribuan kawan kawan kita yang juga ingin mendaftar di Universitas. Jika kita tak mampu untuk melanjutkan kuliah, tentu jalan satu satunya untuk menghadapi kehidupan selanjutnya adalah bekerja, Sulit rasanya lulus SMA untuk langsung dapat kerja, apalagi di pulau jawa yang penuh sesak dengan pengangguran. Melihat Hal itu, Rasanya belum saatnya kita untuk bersenang senang, corat coret seragam, Konvoy pake motor apalagi minum minuman keras. Seharusnya kita bersyukur dan mulai mempersiapkan bekal kita, Senjata kita untuk menempuh medan selanjutnya yang tentunya akan lebih terjal dan penuh tantangan. Tak patut Intelek muda merusak seragam kebanggaannya yang menemani selama 3 tahun, jikalau masih bagus mungkin bisa kita sumbangkan ke adik adik kita yang mungkin sangat membutuhkan. dari pada berkonvoy, baiknya ucapkanlah terimakasih kepada guru guru kita yang telah menuntun kita, mendidik kita, dan menjadikan kita Lulus.

Mungkin Zaman sudah berubah, tradisi kian berganti, Modernisasi membawa kita ke dalam kemerosotan Moral. Semoga saja Tahun depan Lebih baik, semoga saja Indonesia di masa depan akan jadi lebih baik, Semoga saja Generasi Kita akan menjadi Generasi yang lebih Baik.

SUPPORTED BY

3 Comments Add yours

  1. sempulur mengatakan:

    Sukses = Strategi
    Apapun yang kita kerjakan tanpa STRATEGI adalah pekerjaan sia-sia belaka.
    Tataplah kedepan… Persiapkan masa depan Anda, Ciptakan Passive Income sebagai Warisan bagi keluarga yang sangat Anda sayangi.

    1. Habibillah Faqih Arif mengatakan:

      bener boz

  2. Hilmy Khoiri mengatakan:

    bettul bgt bro..
    bnyak anak-anak merayakannya dgn berlebihan.. padahal sebenarnya itu adalah awal dari kehidupan mereka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s