Tradisi Bertamu

Indonesia merupakan negara yang penuh dengan budaya dan sangat bervariasi ragamnya. Mulai dari daerah Aceh sampai dengan daerah Papua terdapat beragam budaya yang menjadi aset bangsa kita. Mulai dari pakaian, makanan, rumah, kebiasaan setiap daerah pasti memiliki keunikan. Nah dari itu negara kita menjadi negara yang kaya akan budaya yang wajib untuk kita lestarikan.
Dari Bermacam macam budaya yang ada diIndonesia, saya akan coba membandingkan salah satu budaya yang ada dinegeri ini. Yang akan saya bandingkan adalah kebiasaan makan dan bertamu didua daerah yang berbeda, Magelang,Jawa tengah dan Ketapang, kalimantan Barat. Saya pernah tinggal didaerah Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Magelang. Di sana sangat kental sekali dengan nilai nilai kesopanan, tradisi bertamu misalnya, ketika kita disujguhkan dengan sajian sajian hidangan berupa makanan atau pun minuman, kita tidak dianjurkan untuk menghabiskannya, alasannya karena mereka menganggap bahwa tindakan itu tidak sopan. ” seperti tidak pernah makan saja, sengguh memalukan” ungkapan itulah sering di dengung dengungkan orang tua saya saat saya bertamu ketempat kerabat kami di Magelang. Begitu juga dengan minuman, pasti setiap ada tamu yang berkunjung ditempat kami umumnya menyisakan setengahnya. Selain itu, jika tamu kita ditawarkan dengan makan (Makan nasi lengkap) dirumah kita pasti mereka awalnya menolak dan akhirnya setelah dipaksa barulah mereka mengikuti kemauan kita dan biasanya mereka hanya mengambil sedikit saja makanannya. Nah itulah uniknya tradisi orang Magelang yang sangat menjunjung tinggi harga diri.
Berbeda dengan masyarakat sekitar tempat tinggal saya sekarang. Daerah ketapang kental dengan budaya melayunya yang masih terjaga hingga kini. Tradisi mereka dalam bertamu adalah menggunakan prinsip ” Harus dihabiskan” artinya misalnya kita bertamu ketetangga atau teman kita diharuskan untuk menghabiskan makanan/ minuman yang telah disajikan kepada kita, jika tidak maka tuan rumah akan merasa marah, dan jika dihabiskan mereka akan merasa senang dan bangga. sangat berkebalikan dengan tradisi di Magelang. Selain itu, jika kita bertamu, dan pada saat itu tepat waktunya tuan rumah sedang memasak apapun misalnya Sayur,ikan rebus, kue dll, pasti kita diberi kesempatan untuk mencicipinya walaupun cuma secuil ataupun hanya sekilas menyentuhnya, masyarakat ketapang menyebutnya “PUSA'” sebuah tradisi turun temurun warisan nenek moyang. Saat bertamu, tamu dianggap seperti saudara sendiri dan merasa seperti rumahnya sendiri, jadi makan minum terserah tamu bahkan tamu pun mengambil sendiri air minum dan piring didapur itu sudah biasa. berbeda dengan tradisi jawa, makan dan minum yang disuguhkan dimeja makan yang ada disantap dan umumnya masih merasa malu malu dengan Tuan rumah.
Nah itulah sekilas tentang pengalaman tradisi yang ada disekitar saya, tradisi tersebut merupakan sebagian kecil dari budaya warisan nenek moyang yang harus kita lestarikan bersama. terimakasih

powered by

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s