Opiniku tentang pertelevisian di Indonesia

Sekarang, dunia informasi dan teknologi telah maju dengan pesat, khususnya dalam dunia pers dan penyiaran serta perfilman. Baik di Indonesia ataupun di manca negara telah mengalami era kemajuan dengan inovasi dan kecanggihan dalam dunia perfilman. Kini Film seakan akan beralih fungsi yang dahulunya sebagai hiburan menjadi dunia bisnis yang menjanjikan.

Di Indonesia, Dunia pers seakan mati suri ketika era Presiden Soeharto, saat itu memang pemerintah membatasi pemberitaan dan penyiaran pada publik. Namun, kini Dunia pers telah kembali bersinar setelah era reformasi dan kebebasan berpendapat.

Era reformasi dan pergantian kepemimpinan menjadi tonggak kebebasan dalam berekspresi dan beerpendapat, begitu pula dengan dunia pers dan perfilman. Sejak itu, mulai bermunculan stasiun stasiun  Televisi swasta baru  yang menyemarakkan dunia hiburan tanah air.

Seiring dengan perkembangan jaman, banyak program program acara yang mereka sajikan untuk masyarakat. Namun, program program Televisi tersebut seakan mengalami penurunan kualitas dan moral. Mungkin karana terlalu banyak mengadopsi budaya barat yang memang tidak bagus dan tidak berkualitas.

Dahulu, hanya beberapa Stasiun TV  saja yang ada, akan tetapi mereka menyajikan konten yang lebih berkualitas, mendidik dan menghibur. Hal itu mungkin dikarenakan adanya desakan atau campur tangan dari pemerintah yang sangat ketat sehingga hanya konten konten yang berkualitas saja yang bisa lolos. Berbeda dengan kondisi saat ini, sangat mudah untuk menampilkan konten konten yang mungkin kurang berkualitas dan tidak mendidik seolah tak ada seleksi yang berarti .

Mengapa ? mengapa semua bisa seperti itu? mungkin sekarang bukan kualitas yang ingin di tampilkan. Akan tetapi, hanya popularitas dan rating penonton saja tanpa memperhatikan dampak sosial yang ditimbulkan. Bahkan, seringkali kita hanya menonton iklan saja acara intinya lebih sedikit durasinya. Setiap hari, kita di sajikan dengan adegan adegan kekerasan, bentak bentakan, emosi, pecintaan, pelukan dan hanya sekitar hal itu saja. Musik membanjiri setiap rangkaian  acara. apakah bangsa kita ini  hanya untuk menyanyi saja atau bercintaan saja? . Seolah inti dari kisah cerita itu hanya berceritakan tentang anak hilang yang ketemu dengan pacarnya, rebutan perempuan, rebutan cowo’  Atau yang lain?

Dampaknya, dapat kita lihat sekarang ini, banyak pemuda yang ikut ikutan trend pacaran yang tidak bermanfaat dan tidak ada batasannya, sehingga banyak generasi yang terjerumus ke lubang hitam. Pertikaian, perkelahian, emosionalisme,. menjadi kebiasaan di dalam pergaulan mereka, gaya gaya an, genk gengan seolah menjadi tren masa kini.

Adakah Konten konten yang mendidik saat ini? tentu saja ada namun hanya sebagian kecil saja. Diantaranya mendidik kita untuk bekerja keras, memotivasi kita, dan juga membuka wawasan kita. Mungkin acara acara seperti itu perlu dikembangkan lebih luas lagi agar menjadikan generasi kita sebagai generasi yang terbaik. Menurut pengamatan saya, acara yang benar benar mendidik adalah Sibolang, laptop si unyil, riwadjatmoe doloe, jejak petualang, mancing mania, kick andi, mario teguh golden ways, metro files, kuas ajaib,Asal Usul.

  • SUPPORTED BY

Iklan

4 responses to “Opiniku tentang pertelevisian di Indonesia

  1. TV di Indonesia mayoritas menampilkan sampah.
    Adapun acara ke agamaan / rohani, pendidikan dan pencerahan hanya seperti daun salam, artinya hanya sebagai pelengkap = ada syukur, gak ada gak apa-apa

  2. Ping-balik: Tentang pertelevisian Indonesia | HMI CABANG KETAPANG·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s