Cinta itu?

Cinta., pasti udah banyak yang tahu. Mendengar kata itu, pasti yang sering terbayang adalah seseorang (kalau cewek yang dengar pasti terbayang cowok,kalau cowok kebayang cewek). Banyak pendapat tentang cinta, ada yang bilang enak, ada juga yang bilang menyakitkan. Memang tergantung cara memandang dan segi pengalamannya, kalau sukses dalam percintaan bilangnya enak, kalau gagal ya menyakitkan.

Cinta, jika kita hanya memandang cinta itu hanya dari pasangan cewek dan cowok, maka sempit benar pikiran kita. Cinta itu luas, kasih sayang, perhatian, bahkan kebencian seseorang dapat di artikan sebagai Cinta. Picik kalau kita hanya mengandalkan Cinta itu dari seorang saja, cinta datang dari berbagai sisi didunia ini. Selama kita masih bisa hidup maka kita masih memiliki Cinta. Minimal Cinta dari Sang pencipta kita yang masih memberi kesempatan kepada kita untuk bernafas.

Cinta sudah dapat kita rasakan sejak kita lahir, cinta dari orang tua kita, nenek kita, dan saudara saudara kita yang telah lahir, serta cinta dari dokter,famili,dan kawan kawan orang tua kita yang ikut menengok dan merasakan kebahagiaan saat kelahiran kita. Beranjak besar, cinta yang paling besar datang dari orang tua kita, khususnya ibu kita yang telah merawat dan mengasuh kita, Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Sungguh betapa mulianya jasa jasa mereka yang telah memberikan cintanya kepada kita.

Beranjak besar, saat kita mulai belajar berjalan dan bertemu dengan tetangga serta berkomunikasi dengan kawan sebaya. Kita mendapat cinta dari mereka, perhatian mereka, dan kepedulian mereka. Dan jangan pernah lupa, sekali lagi Tuhan telah memberi CintaNya untuk kita, tak ketinggalan alam pun telah memberikan cintanya untuk kita, mulai dari udara, tanah, tumbuhan, hewan, dan gaya gravitasi yang memudahkan kita untuk belajar berjalan.

Saat rasa ingin tahu kita meningkat, kita mulai dikenalkan dengan ilmu ilmu dunia. Saat itulah kita mulai di didik dan mengenal Taman Kanak kanak (TK), kita mendapat kan cinta dari guru kita, kawan kawan kita, buku, pengetahuan, pedagang, dan lingkungan sekitar kita. Saat itulah kita mulai belajar mengenal sedikit demi sedikit.

Lanjut ke Sekolah Dasar (SD) kita mulai tahu dan mengerti apa yang kita lakukan. Benih benih cinta mulai tumbuh, kesetiakawanan, kepercayaan, tolong menolong, rasa hormat dan keeratan adalah salah satu bentuk Cinta yang tumbuh pada masa ini. Banyak orang berpendapat masa ini kita sudah mulai mengenal cinta antara laki laki dan perempuan, banyak orang sering menyebutnya dengan “cinta monyet” (cintanya monyet). Banyak yang memahaminya sebagai pertikaian (padu=bhs jawa) tetapi Cinta, tapi apapun namanya, tetap cinta juga.

Cinta pada masa anak anak sampai remaja sering di aplikasikan dengan tindakan nakal atau kejahilan kejahilan yang dilakukan kepada kawan ataupun guru, itu merupakan salah satu wujud cinta, terkadang mereka mendapat cinta setelah berlaku seperti itu. Masa remaja identik dengan masa SMP, masa ini kita mulai merasa cinta dengan lawan jenis dan merasa senang saat berada di dekatnya. Banyak yang sudah mengenal pacaran, mereka mulai mencoba coba hal yang baru. Banyak yang terjerumus (menjadi perokok) karena kurang mendapat perhatian dan cinta (menurut para ahli), selain itu banyak kenakalan kenakalan yang dilakukan, juga demi mendapat cinta dan perhatian dari orang lain. Akan tetapi, rasa ingin tahu, rasa ingin mencoba, dan ingin ikut ikutan membuat mereka memahami cinta secara berlebihan, menurut pendapat saya, belum masanya mereka berpacaran. Budaya pacaran terpatri pada pikiran mereka karena sering menyaksikan kebiasaan buruk anak muda (artis) yang berpacaran dalam sinetron di televisi. Hal itu membuat mereka ingin meniru dan merasakan seperti apa yang mereka saksikan. Cinta yang baik untuk masa masa remaja adalah saling setia kawan, hormat dan menghargai kepada guru, orang tua dan orang lain. Budaya pacaran adalah cinta yang salah, dan telah teraplikasi pada zaman sekarang ini.

Lanjut, kemasa transisi menuju ke kedewasa, cinta mulai datang dan merasuk kedalam hati dan pikiran kita. Perasaan tertarik kepada lawan jenis sudah pasti ada (umumnya), dan mereka mulai berani untuk mengungkapkan nya. Pendekatan pendekatan dilakukan, dan akhirnya cinta antara dua orang manusia pun terjalin dan mereka akan hidup bersama.

Masa dewasa, cinta datang dari keluarga (istri,anak, dkk), sahabat, kawan kerja, dan tetangga kita. Masa ini mungkin sulit untuk saya ungkapkan karena saya belum merasakannya sendiri. Yang jelas kebersamaan yang akan membawa kepada kebahagiaan.

Di akhir hayat, cinta kita dapatkan dari Tuhan yang telah mengambil nyawa kita, kemudian dari keluarga, tetangga, masyarakat dan seisi dunia juga memberikan cintanya kepada kita.

Menurut saya,Cinta itu fleksibel, dapat dirasakan tergantung apa yang ingin kita rasakan. Menyakitkan jika kita terlalu mendramatisir dan mengada ada serta berfikir negatif. Bahagia, jika kita selalu berpikiran positif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s