Bertindak Spekulatif itu Perlu

Tindakan Spekulatif atau sering disebut tindakan asal asalan, adalah sebuah tindakan yang hanya di dasarkan oleh tebakan atau perkiraan kita yang tidak berdasar atau tindakan mencoba coba. Untuk kalangan tertentu, hal semacam ini sering disebut sebagai tindakan Bodoh yang tak berdasar. Memang, kita seharusnya berfikir sesuai dasar dasar pemikiran dan ilmu yang ada. Akan tetapi, butuh keberanian untuk melakukan tindakan Spekulatiif seperti ini. Mengapa demikian?
Tindakan seperti ini dilakukan atas dasar suatu kondisi atau keadaan yang terdesak atau hanya ingin mencoba coba. Akan tetapi tindakan seperti ini memang berresiko sesuai dengan keadaan yang kita hadapi. Tetapi jangan sekali kali bertindak spekulatif untuk masalah masalah yang kompleks dan penting serta berbahaya bagi orang lain atau orang bayak., misalnya: dokter melakukan Operasi, jika memang tidak menguasai maka tidak boleh asal asalan, sehingga tidak akan melukai pasiennya, seorang dokter harus menguasai dasar dasar dan ilmu ilmu nya dengan sebaik baiknya.

Spekulatif sering di terapkan pada pemain sepak bola, saat mereka mencoba menendang kearah gawang, terkadang berhasil dan terkadang meleset, itu biasa. Dalam hal ini, faktor Keberuntungan lah yang akan membawa kita pada keberhasilan. Akan tetapi, untuk beberapa pemain professional, mereka sudah memperhitungkan arah dan waktu menendang bola, sehingga sering mereka berhasil mencetak gol kegawang lain. Akan tetapi tindakan spekulatif memang di perlukan untuk memecah kebuntuan, dan menghasilkan gol..
Sama halnya dengan bermain sepak bola, kita sebagai pelajar juga sering di hadapkan dengan masalah mesalah seperti itu. Misalnya dalam menjawab soal soal ujian yang tak terduga dan menjawab pertanyaan pertanyaan Guru atau Dosen kita yang sama sekali belum kita ketahui jawabannya. Memang dalam hal ini resiko tertinggi hanyalah kita mendapat nilai yang tidak memuaskan, akan tetapi kita kepuasan kita akan lebih terpancar ketika kita dapat menjawab pertanyaan pertanyaan itu dengan kemampuan kita tanpa mengharap bantuan kawan kita.

Soal soal yang sesulit apapun akan dapat kita selesaikan dengan cepat dan memuaskan, sesuai dengan kadaan kita. Akan tetapi, tindakan spekulatif kita juga harus di dasari pada logika logika yang sesuai sehingga menghasilkan jawaban jawaban yang spektakuler dan tajam serta mendekati kebenaran bahkan bisa benar. Bagi pelajar yang sedang menghadapi ujian atau test tertulis harus memiliki pertimbangan pertimbangan tertentu sebelum berspekulasi, kita harus menyesuaikan dan memeperkirakan dengan benar kapan kita berspekulasi. Misalnya, kita menghadapi ujian Nasional, dimana ujian tersebut menentukan lulus atau tidaknya kita selama tiga tahun dan resiko yang dihadapi sangat tinggi, oleh karena itu kita harus mempu menjawab soal dengan tindakan yang benar sesiai dengan ilmunya (tidak berspekulasi) sesuai dengan Standar kelulusan , Contoh: Soal nya ada 30 minimal harus mendapat nilai 5, berarti kita minimal harus mengerjakan Soal tanpa spekulasi 15 soal, setelahnya dapat di praktekkan ilmu spekulatif. Berbeda saat menghadapi ulangan harian atau ulangan kenaikan kelas yang tidak terlalu beresiko, karena kenaikan kelas didasarkan akumulasi nilai nilai kita selama 2 semester. Tindakan spekulatif dapat dilakukan sesuka hati kita, sesuai dengan kemampuan berfikir kita, ketika semua soal memang dapat kita jawab dengan benar sesuai dengan teori yang ada, maka mudah bagi kita untuk menjawabnya, akan tetapi ketika ada soal yang memang tidak ada bayangan / gambaran untuk kita menjawabnya, lebih baik kita kerjakan sendiri dengan spekulatif dan dugaan dugaan yang jitu dari pada kita harus mencontek jawaban teman yang belum tentu benar.

Setiap tindakan pasti memiliki segi pasitif dan negative, begitu pula dengan tindakan ini (spekulatif dalam mengerjakan Soal ) . Segi positifnya yaitu kita dapat mengerjakan dengan cepat dan akurat akan tetapi keakuratan tergantung pada kepintaran dan keberuntungan pelakunya, selain itu, rasa puas kita akan terpenuhi dengan baik, karena kita dapat mengerjakan soal tanpa mencontek. Segi positif lainnya adalah kita tidak perlu gelisah dan khawatir dengan pengawas ujian sehingga kita merasa lebih santai, pikiran pun jadi lancer. Kejujuran kita juga terjamin, tidak ada rasa bersalah atau berdosa, artinya kita dapat meminimalisir tabungan dosa kita, he he. Segi negatifnya adalah jika tidak beruntung , kita tidak mendapat nilai yang memuaskan, selain itu timbul penyesalan (untuk jawaban yang salah) setelah kita selesai mengerjakan ujian dan kemudian membahas soal soal itu dengan kawan kawan kita serta mencari kebenaran jawaban di dalam buku. Sisi negative yang lainnya adalah membuat kawan kwan kita gelisah saat kita keluar dari ruang ujian lebih cepat karena berspekulasi.

Peluang dari tindakan ini 50:50, keberuntungan dan kehendak Tuhan juga sangat menentukan, maka dianjurkan sebelum dan sesudah berspekulasi kita berdoa meminta ilham dari atas, he he. Akan tetapi, menurut saya kita perlu berlaku seperti ini daripada kita menunggu jawaban dari orang lain, tengok kiri kanan, depan belakang. Kejujuran kita pun terjaga, saya biasa mempraktekkannya dan hasilnya? Lebih banyak dapat nilai bagus dan lebih cepat dalam mengerjakannya. Perlu kemantapan hati dan pikiran untuk berspekulasi. Bagaimana dengan kawan kawan semua? Siap mencoba? Try it at Home. Thank’s

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s