Strategi mengatasi kebiasaan merokok


Memang sangat sulit untuk dapat mengatasi kebiasaan merokok bagi individu yang benar benar mengalami ketergantungan rokok. Namun, tak mustahilnmasalah itu dapat diatasi dengan baik bila ada kemauan (tekad) yang kuat bagi individu yang bersangkutan. Rasanya, pengetahuan saja tidak cukup. Perlu ada tindakan nyata untuk melakukan komitment tersebut.

Salah satu cara untuk mengatasi kebiasaan merokok, Sarafino (1994) menyatakan bahwa perlu menerapkan strategi manajementn diri sendiri (self management technique). Strategi itu dapat dilakuakan dengan beberapa cara, yaitu pemantauan diri sendiri (self monitoring), control stimulus (Stimulus control), mengganti respons (response substitution), dan melakukan kontrak perjanjian (contingency contracting).

  1. Pemantauan diri adalah kemampuan individu untuk mengamati dan mengevaluasi sudah sampai sejauh mana dirinya memiliki perilaku kebiasaan merokok. Apakah tergolong ringan, sedang, atau berat. Barapa batang, bungkus atau pack 9slop) rokok yang dihisap tiap hari, seminggu, bulan? Berapa biaya yang dibutuhkan  untuk mwmbwli rokok tersebut? Bagaimana kondisi kesehatan yang dialami selama merokok dan bagaimana dengan orang lain yang tidak merokok. Apakah ada perbedaannya atau tidak? Pemantauan diri yang baik akan menumbuhkan kesadaran yang mendorong individu pada suatu pertobatan. Artinya, individu menyadari akan akibat akibat buruk yang dapat merugikan diri sendiri baik secara financial maupun kesehatamn. Dengan kesadaran tersebut, akhirnya individu mau mengambil komitmen untuk menghentikan kebiasaan merokok tersebut. Bola pemantauan diri tak sampai menumbuhkan suatu kesadaran dan komitmen untuk berhenti, berarti individu telah gagal dalam melakukan pemantauan diri.
  2. Kontrol stimulus adalah bagaimana upaya individu untuk mengatur dan mengontrol rangsangan yang muncul dari dalam diri atau luar dirinya.  Mampukah ia mnegatur agar dirinya tidak dikuasai oleh rangsangan tersebut? Dapatkah dirinya berkuasa atas apa yang berasal dari luar dirinya? Misalnya, dari teman,teman kerja, atau lingkungan masyarakat. Bila ia mampu mengontrol, perlu dilakukan secara terus menerus agar tercapai kebiasaan perilaku yang benbas rokok. Control stimulus yang baik ditandai dengan sikap asertif, yaitu  keberanian untuk menolak tawaran tawaran yang berasal  dari lingkungan eksternal, yang cenderung mengajak individu untuk merokok. Kegagalan untuk bersikap asertif cenderung akan merugikan diri individu yang bersangkutan. Untuk itu, psikolog perlu membantu pengembangan diri bagi kelompok individu yang tak mapu bersikap asertif agar dapat melakukan tindakan dan sikap asertif.
  3. Mengganti respons adalah kemampuan individu mengganti respons ketika menghadapi suatu rangsangnan yang  mengarahkan dirinya merokok. Bila rangsangan itu muncul (baik dari dalam diri maupun dari orang lain), individu segera memutuskan untuk tidak menurutinya, tetapi diganti dengan perilaku lain. Misalnya, dirinya terdorong untuk merokok maka ia perlu memakan permen atau gula gula.
  4. Melakuakan kontrak perjanjian dengan orang lain, yaitu suartu kesepakatan yang dibuat antara dirinya dan orang lain dengan tujuan untuk menghentikan kebiasaan merokok. Orang lain bisa teman sendiri, orang tua atau tenaga professional. Sering kali yang terjadi ketika individu mengadakan perjanjian dengan teman atau orang tua, banyak dilanggarnya. Namun, untuk efektifitasnya, perlu perjanjian dengan ahli professional (dokter,psikolog) agar ia dapat benar benar menepati janji tersebut secara efektif.

Jenis strategi mana yang dianggap paling efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok? Hal ini sulit dijawab secara tepat. Jenis strategi apa yang sebenarnya dianggap baik, tetapi hal itu dianggap tidak baik (tidak efektif) apabila tidak disertai kesadaran diri dan motivasi internal untuk menghentikan kebiasaan merokok (kbiasaan buruknya). Mungkin seseorang menggunakan strategi sederhana, tetapi dari dalam dirinya sudah ada kemauan (niat) yang kuat untuk menghentikan kebiasaan merokok sehingga strategi tersebut di anggap lebih baik (efektif). Jadi, peran dari individu yang bersangkutan itulah yang memegang peran penting tercapainya tujuan untuk menghentikan kebiasaan merokok.

sumber: “dewasa muda”

4 responses to “Strategi mengatasi kebiasaan merokok

  1. Memang sih sebagai perokok wajar berpikiran seperti itu, coba kita kaji lagi kebiasaan itu, kalau menurutku merokok merupakan tindakan yang sia sia, malahan merugikan. Nah tergantung diri sendiri, niatnya kalau mau berhenti pasti bisa., dan perlu usaha yang keras untuk memulainya

  2. Ping-balik: Kisah Sedih WNI di Perantauan… | inspirasi.me·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s