DPR, WAKIL RAKYAT ATAU WAKIL PARTAI?


Assalamualaikum Wr. Wb

Demokrasi di Indonesia sedang berjalan, Banyak kalangan mengatakan demokrasi di negara kita telah di terapkan dengan baik, di tambah lagi kesuksesan pemerintah mengadakan Pemilihan Umum (PEMILU) tahun ini. Pemerintah di puji puji dengan adanya pemilihan langsung oleh rakyat dan berlangsung secara transparan.

Setelah pemilu berakhir, Wakil wakil yang telah di pilih rakyat mulai bekerja. Tetapi, Janji janji mereka sebagai wakil rakyat mulai di ragukan.  Menurut pendapat saya, sekarang ini para wakil wakil rakyat yang terhormat di DPR terkesan mementingkan golongannya. Dapat kita lihat dari cara mereka bicara atau berpendapat, pasti mereka mengedepankan nama fraksi atau partai. “ Yang terhormat pimpinan sidang, Saya perwakilan dari fraksi XX ingin mengajukan usulan…” begitulah kata mereka yang sering saya lihat di Media media Televisi. Mengapa harus menyebutkan Partai? Mereka kan wakilnya Rakyat.

Dalam pengambilan kebijakan, atau menanggapi isu isu politik yang sedang terjadi terkesan  mereka mengedepankan Golongan. Mereka berebut berpendapat atau ikut andil untuk gengsi politik dan nama partai. Untuk hal hal yang baik mereka akui dengan bangga dan terbuka, tetapi untuk hal hal yang negatif misalnya korupsi yang menimpa aggotannya, mereka terkesan menjauhi dan enggan berkomentar dan  menutupinya. Harusnya mereka bersifat  “jantan” salah harus diakui, jika memang benar benar salah.

DPR kita terkesan adanya dipecah untuk membentuk suatu kebijakan, pasti dalam hal ini anggota perwakilan partai yang paling banyak lah yang berkuasa, dalam hal ini dapat dikaitkan dengan hukum rimba, “ yang kuat menang yang lemah kalah”. Kebijakan kebiijakan yang mungkin baik bagi rakyat  tidak disetujui karena di usung oleh anggota legislatif yang sedikit, karena tidak sejalan dengan tujuan partai yang berkuasa.

Pembagian DPR menjadi fraksi fraksi asal muasal anggotanya, mengakibatkan adanya perpecahan dan ketidak bersatuan anggotanya. Seharusnya pembagian para dewan yang terhormat ini menjadi fraksi fraksi harus di hilangkan. Hal ini sesuai dengan Tujuan utama DPR sebagai Dewan yang mewakili rakyat, bukannya Partai atau golongan. Seperti halnya di Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Pertama (SMP), siswa  yang  baru masuk dari  SD/SMP  atau Sejajarnya yang diterima dan mulai belajar tidak mengenal pembagian pembagian Fraksi, misalnya siswa dari SMP A, dipisah dengan Siswa dari SMP B atau MTS . Siswa yang baru masuk SMA/SMP pastilah dibagi menurut kelas kelas, biasanya pembagian dilakukan secara acak atau sesuai kemampuannya. Dalam hal ini pembagian ini dapat disejajarkan dengan pembagian Komisi Komisi di DPR.

Dengan pembagian Golongan/ fraksi fraksi tercipta suatu pikiran yang mementingkan golongannya, dan kekuasaan bagi yang banyak anggotanya. Perlu adanya perombakan birokrasi seperti halnya pelajar SMP/SMA, pelajar yang baru masuk saling berkomunikasi dan terjadi persatuan antar pelajar dan mereka tidak  peduli dengan asal muasal mereka apakah dari sekolah yang berbeda beda.  Begitu juga dengan DPR, perwakilan yang sekarang ini terkesan masih mewakili partai dan fraksi, berjuang untuk kepentingan partai dan golongan, dan kebijakan kabijakan yang di dukung adalah kebijakan partai yang berkuasa di DPR.

PEMILU merupakan demokrasi yang ajang / sarana masuknya Anggota anggota DPR sebagai wakil rakyat. Akan tetapi, seolah olah rakyat yang memilih, dijadikan sebagai Alat transportasi partai untuk berkuasa, sedang rakyat menjadi tidak dilibatkan dalam pemerintahan. Sering kali aspirasi aspirasi rakyat tidak di tanggapi dengan serius, mereka mungkin lupa dengan janji janji yang telah di umbar sebelum pemilu. Seharusnya, jika ada masyarakat yang menyampaikan masalahnya harus di tanggapi. Umumnya saat massa datang ke gedung DPR,  anggota DPRnya ketakutan dan malah mangkir dan tidak menemui Rakyat, itulah yang memicu kemarahan rakyat sehingga sering terjadi kekerasan dan tindakan anarkis demonstran.  Yang menjadi pertanyaan, mengapa harus takut? Mereka (rakyat)  yang  telah memilihnya menjadi wakil wakil mereka. Apa memang ada yang salah dengan wakil Rakyat?

Anggota DPR yang di fasilitasi dengan fasilitas yang mewah, belum teruji dan masih dipertanyakan andilnya di masyarakat. Seharusnya Para anggota dewan yang terhormat ini bermusyawarah dengan masyarakat, berkumpul dengan masyarakat, diskusi, apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan rakyat, bagaimana cara mensejahterakan rakyat. Coba kita tengok, anggota DPR yang merupakan wakil rakyat seringnya kumpul dengan partai partai yang mengusungnya, diskusi tentang tujuan partai, kebutuhan partai, bagaimana ini? Apakah masih bisa disebut wakil rakyat? Bahkan berkumpul dengan masyarakat kecil pun jarang. Keseharian mereka mungkin hanya kumpul di gedung DPR, Pulang langsung ke rumah dinas, naik mobil dinas, nyaman betul,,! Mungkin ada sih program program ke masyarakat, diluar kota nginapnya di Hotel. Coba nginapnya di rumah warga atau numpang sebentar, pasti masyarakat tidak keberatan, anggota DPRnya mana mau dong.

Dengan uraian uraian tersebut apakah masih bisa disebut sebagai Wakil rakyat? Mungkin cocoknya di sebut wakil partai.

Mungkin ini sebatas opini saya mengamati politik di negeri kita, Boleh setuju boleh tidak. Tak lupa saya memohon maaf yang sebesar besarnya jika ada yang salah dengan tulisan ini, semata mata demi kebaikan rakyat Indonesia. Tulisan ini tidak bertujuan untuk menjatuhkan dan menyinggung pihak pihak tertentu, dan jika ada yang tersinggung, mohon maaf ya, karena saya hanya berpendapat dan mengutarakan opini dan pandangan saya sebagai seorang Mahasiswa. Yang baik boleh di ambil, yang tidak baik harap di hilangkan.

Waalaikum salam Wr.wb

One response to “DPR, WAKIL RAKYAT ATAU WAKIL PARTAI?

  1. Ping-balik: DPR, Wakil Rakyat atau Wakil Partai? | HMI CABANG KETAPANG·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s