Belajar dari kasus Bank Century

Sekarang ini sedang bumingnya kasus Bank Century, banyak pemberitaan baik di televisi maupun media cetak membahas tentang kasus Bank Century. DPR pun tak ingin ketinggalan untuk unjuk gigi mencoba menyelesaikan kasus ini dengan menggunakan hak Angketnya. Banyak pihak sangat dirugikan oleh adanya kasus ini, terutama para nasabah yang telah mengumpulkan uangnya bertahun tahun untuk biaya masa depannya kelak. Miris memang tapi itu memang nasib mereka yang harus mereka tanggung di dunia ini. Mungkin mereka sedang di uji oleh Allah SWT, bagi yang kuat imannya akan tetap bertahan, dan bagi yang tidak kuat imannya akan hancur.

Banyak yang menganggap uang itu segala galanya, sehingga kehilangan uangnya sama dengan kehilangan segalanya, sebuah pikiran sempit yang membawa kepada kemusyrikan, menganggap uang itu segalanya. Orang yang berpikiran seperti itu akan menjadi stress dan putus asa bahkan menjadi gila. Kita patut berbaik sangka kepada Allah SWT, Mungkin saja kasus bank Century adalah teguran bagi kita semua, teguran agar kita tidak pelit untuk menyedekahkan harta kita, tidak pelit untuk membelanjakan uang kita untuk kebaikan. Uang yang dikumpulkan dan disimpan saja, akan sedikit membawa manfaat , mungkin hanya bunga dari bank yang tidak seberapa. Bandingkan jika kita menggunakannya untuk bersedekah dengan ikhlas maka Allah akan memberi bunga dua kali lipatnya bahkan lebih besar.

Pelajaran lain yang dapat kita ambil dari kasus Bank Century yaitu agar kita tidak hanya menyimpan uang kita di bank, akan tetapi kita dapat menggunakannya untuk investasi ke tempat yang lain. Jika kita berpikir secara logis, uang yang kita simpan di bank hanya akan semakin berkurang oleh kemajuan jaman, laju inflasi mempengaruhi harga uang kita. Dahulu uang 100 rupiah dapat kita gunakan untuk banyak hal, memiliki uang 100 ribu serasa seorang milyarder, tapi sekarang, uang 100 rupiah hanya dapat untuk membeli sebuah permen bahkan di sini (ketapang) harga permen pun lebih dari 100 rupiah (500 dapat 4). Bila kita prediksi dimasa depan (laju inflasi besar), maka uang 1 juta sama dengan 100ribu sekarang, rugi sekali. Sebaiknya uang yang kita miliki sekarang kita belanjakan sekarang, agar lebih untung. Mungkin bagi yang uangnya berlebih dapat di investasikan kedalam bentuk bentuk lain yang harganya akan meningkat seiring kemajuan zaman. akan tetapi jika kita investasikan untuk benda benda berharga (emas,berlian, dll) resiko nya sangat besar, jika semua barang tersebut hilang / di rampok, hilang lah juga masa depan kita. Nah investasi yang aman adalah tanah dan rumah, kedua benda ini tidak akan mudah untuk dicuri, akan tetapi rumah juga beresiko terbakar / rapuh ditelan Zaman. Tanah adalah investasi yang paling aman dan menggiurkan, seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya jumlah penduduk maka harga tanah akan semakin meningkat, sembari menunggu harga tanah menjadi mahal, dapat kita gunakan untuk kita bercocok tanam, sehingga dapat menghasilkan dana untuk bertahan dalam perkembangan zaman.

Dibalik masalah ada hikmah yang baik, dibalik kasus bank Century kita dapat memetik pelajaran yang sangat berharga bagi hidup kita di masa depan. Semoga kita dapat bersyukur dan belajar dari apa yang telah terjadi disekitar kita. Amin

Iklan

2 responses to “Belajar dari kasus Bank Century

  1. Wah, tampaknya negara kita sedang sangat HEBOH menghadapi kasus bank century. Jika melihat di koran-koran, televisi, bahkan sampai radio sekalipun semuanya sedang “hangat” dengan kasus ini.

    Bank yang diharapkan dapat dipercaya oleh masyarakat BANYAK, ternyata GAGAL memegang kepercayaan itu. Akibatnya sungguh ‘miris’ banyak pihak dirugikan. Uang yang ditabung sekian LAMA, hilang lenyap tak berbekas.

    Semoga kasus ‘bank century’ ini bisa segera diselesaikan dan banyak pihak dapat memperoleh haknya yang seadil-seadilnya!

    Lam kenal!

    Cara Buat Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s