Antasari Azhar Pahlawan Anti korupsi sejati

Antasari Azhar adalah mantan ketua KPK yang sangat berperan dalam pemberantasan Kasus korupsi di Indonesia, sekarang beliau sedang dalam kursi pesakitan, menjadi terdakwa kasus pembunuhan direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Banyak pihak yang menyudutkannya dan sedikit pihak yang mendukungnya. Berbeda dengan kasus rekannya yang merupakan pimpinan di KPK, Candra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto yang diduga menerima suap dari Anggoro Widjoyo melalui adiknya Anggodo Widjoyo dalam kasus korupsi PT Masaro, mereka sangat mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Media, mahasiswa, dan masyarakat yang mendukung KPK ramai ramai menganggap ada rekayasa kasus. Polri pun menjadi pihak yang dianggap bersalah, dan dengan tekanan dari berbagai pihak Chandra dan Bibit pun dibebaskan dari tahanan meskipun masih berstatus tersangka. Bahkan, Presiden SBY pun turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini dengan membentuk tim Pencari Fakta (TPF). Tim yang beranggotakan 8 orang ini bertugas selama 2 minggu untuk mencari kebenaran kasus dua Pimpinan KPK dan menengahi ketegangan antara KPK dengan POLRI. Akhirnya setelah dua minggu masa kerjanya TPF pun menyampaikan hasil kerjanya kepada Presiden dan memberikan rekomendasi agar kasus dua pimpinan KPK dihentikan karena alasan tidak cukup bukti dan alasan alasan lainnya. Setelah Presiden memberikan keputusan yang mendukung rekomendasi TPF, Bibit dan Chandra pun dibebaskan dari segala tuduhan, status tersangka pun di hapus dan mereka dapat kembali bekerja menjadi pimpinan KPK kembali setelah mendapat persetujuan dari Presiden.
Lalu bagaimana dengan kasus Antasari? Sangat berkebalikan dengan kasus Bibit dan Chandra. Bahkan hampir tidak ada pihak yang mendukung Antasari Azhar baik dari pihak Mahasiswa, Masyarakat, Media atau pun Pemerintah. Mereka justru menyudutkan Antasari. Sebagai pimpinan KPK yang pernah berjuang dalam menegakkan kebenaran dan memberantas korupsi di Indonesia sepatutnya kita dukung. Beliau dituduh merencanakan pembunuhan terhadap Nasrudin karena masalah sepele hanya karena seorang wanita . Padahal jika di pikir secara logis maka tidak akan mungkin seorang Antasari yang Jujur, dan sudah cukup tua serta telah lama berkeluarga tergoda oleh seorang wanita pemandu golf yang belum lama dikenalnya. Memang penegak hukum, penjujung kebenaran, orang orang yang jujur dan berlaku adil di negeri ini banyak yang tidak suka. Mungkin karena pak Antasari ini orang yang jujur, adil dan keras terhadap koruptor maka banyak koruptor koruptor yang belum terendus dan tidak ingin kasusnya terbongkar berusaha merencanakan untuk menjebak Antasari Azhar. Pada masa Antasari masih menjabat sebagai ketua KPK, banyak kasus korupsi yang terbongkar dan tidak pandang bulu, bahkan besan Presiden pun berani ditangkap dan di jebloskan ke Sel karena terlibat korupsi. Akan tetapi, setelah Antasari di non aktifkan dari jabatannya, maka hampir tidak ada lagi gebrakan-gebrakan yang dilakukan KPK. Koruptor senang dengan dijadikannya Antasari sebagai tersangka, KPK menjadi lemah dan mereka bebas berkeliaran. Mari kita dukung Antasari, pahlawan korupsi yang tak pemberani, kita butuh orang orang yang memiliki mental seperti Antasari. Tetap tegar pak Antasari, kebenaran selalu menang, tetap sabar, mungkin inilah ujian yang berat bagi penegak kebenaran, kami akan selalu mendukungmu. Maju terus kebenaran, basmi korupsi di Indonesia..

Iklan

3 responses to “Antasari Azhar Pahlawan Anti korupsi sejati

  1. Seorang ibu tidak pernah memintamu untuk meletakkan dunia di tangannya namun tutur kata yang halus perangai yang santun prilaku yang bertanggung jawab dari seorang anak yaitu kebahagiaan bagi seorang Ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s